Bentuk Musik


Musik yang baik itu bagaimana? Adakah musik buruk? Kembali kepada telinga kita untuk mendengarnya. Bentuk musik itu banyak, sangat beragam. Penamaannya mungkin berbeda, tujuannya sama. Pergi ke bundaran HI bisa lewat Kuningan, Tanah Abang, atau Sudirman. Tujuan akhirnya sama, HI.
Bentuk lagu pop, atau rock secara umum terdiri dari: Verse/bait 1, Chorus/Reff 1, Verse 2, Chorus 2, Bridge/Solo/Interlude, Chorus 3. Bentuk lain: Verse 1, Verse 2, Chorus 1, Verse 3, Chorus 2, Bridge, Chorus 3, Coda dll.

Bentuk lagu klasik, di bagi menjadi tiga: satu bagian (A), dua bagian (A, B), tiga bagian (A B C). Tentu aturan tersebut tidak baku, bisa menjadi A', A'', atau B' dsb.

Blues, bentuk umumnya adalah 12 bar. Ciri khas lain adalah blue note yang diadaptasi  dari musik Afrika. Blues adalah akar musik jazz. Ketiga bentuk musik tersebut awalnya tidak di buat lebih dahulu. Tak usah difikirkan, just play, langsung genjreng. Perkembangannya, kenapa bentuknya, bunyinya seperti itu? Inilah yang di teliti dan dirumuskan dalam 'aturan'. 

Kalimat musik biasanya terdiri dari delapan atau lebih birama. Sebuah kalimat dapat kelompokan menjadi dua anak kalimat. Baik itu kalimat pertanyaan (question) dan jawaban (answer). Misal lagu pupus dari Dewa:
Aku tak mengerti apa yang kurasa (satu kalimat, pertanyaan);
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya (satu kalimat, jawaban);
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu (satu kalimat, menanyakan);
Meski kau tak kan pernah tahu (satu kalimat, jawaban/penegasan) dst.

Unsur 'mini' pada musik adalah nada. Motif musik setidaknya terdiri dari dua nada. Satuan kecil/motif pada lagu dapat memberi warna yang berbeda. Sebaliknya, terlalu banyak ulangan motif terkesan 'monoton'. Ada beberapa cara dalam mengolah motif:
a) Pengulangan sama persis, baik nada, nilai, ritme notnya;
b) Sekuens, pengulangan nada. Baik di nada tinggi maupun nada rendah;
c) Mengolah interval, dengan memperbesar (augmentasi) atau memperkecilnya (diminusi). Misalnya dari interval terts mayor (C - E), diperbesar menjadi oktaf (C - C'). Contoh memperkecil, dari interval Perfek Fourth (C - F), menjadi terts mayor (C - E);
d) Inversi interval (balikan). Jika naik di ubah turun intervalnya, juga sebaliknya. Contoh: motif aslinya (C' G F) diinversikan berlawanan (G C' D');
e) Memperbesar dan memperkecil nilai nada. Misalnya dari not 1/4 diperbesar ke not 1/2, atau dari not 1/4 diperkecil menjadi not 1/8.

Selain motif, hal lain yang dapat divariasikan adalah ritme, melodi dan akor. Seorang komponis, harus menguasai dasar tersebut. Bagi pemusik, mengetahui motif, bentuk, pola, dan kalimat, membantu respon musikal. Bersambung..

Komentar

Postingan Populer