Budaya Musik Indonesia


Makan soto pilih yang nasinya di campur atau di pisah? Sama halnya dengan pentatonik dan diatonik. Diskursus tersebut sudah lama terjadi, utamanya dalam membentuk musik Indonesia itu seperti apa. Dimulai oleh Soejopoetro, Sohardjo, dan Atmadarsana mencari bentuk idealnya. Konsep Budaya nasional menurut Ki Hajar Dewantara adalah puncak dari kebudayaan daerah. Pada perjalanannya, terjadi dinamika. Para cendekiawan Jawa menginginkan kebudayaan nasional melalui gamelan (pentatonik), sedangkan dari kalangan musisi Tapanuli menginginkan musik nasional harus dibentuk dari diatonik (barat). Saat ini, apakah ramuan musik nasional sudah ditemukan menjadi pertanyaan untuk semua. Lebih jauh, tarling, musik tradisional daerah Cirebon di kenal sejak zaman kerajaan Prabu Siliwangi. Sunan Giri, Sunan Bonang menggunakan gamelan/wayang sebagai media dakwah tahun 1400-an. Sedang gamelan paling tua berkira dari zaman Raja Syailendra. Seperti yang Ki Hajar konsepkan, menggali kembali kebudayaan nasional lewat puncak kebudayaan daerah. Jika disuruh memilih, berbuka dengan soto dan nasi terpisah tentu lebih menggoda.

Komentar

Postingan Populer