Mitologi Jawa


Rusaknya alam di bumi tak lain akibat dari kebrutalan manusia. Semakin moderen di rasa semakin mundur. Keserakahan manusia mengambil sumber daya alam untuk kenyamanan, baik golongan atau pribadi. Barat ada hermeneutika, menginterpretasi makna. Jawa punya jarwa sasmitaning susastra, tafsir makna. Banyak kisah mitologi Jawa mengandung pendidikan moral, etika, yang di abad 21 sudah langka. Penuh rekadaya, rekayasa. Kultur pemikiran Jawa bersifat kosmis mistis, kegaiban semesta, dan kosmis biologis, kehidupan nyata. Peredaran alam dipersonifikasi sebagai dewa, sedang raja sebagai titisan dewa. Lewat mitos, semua bangsa memperoleh keterangan tentang peristiwa dunia. Zaman prasejarah Jawa berakhir tahun satu saka, 78 M. Ditandai dengan budaya tulis dan membaca menggunakan aksara Jawa.

Honocoroko, ada utusan
Dotosowolo, lalu bertengkar
Podhojoyonyo, sama-sama kuat
Mogobothongo, menjadi mayat.

Sama halnya dengan mitologi bangsa lain, Purwacarita semesta dibagi menjadi Rasi bintang utama (Bima sakti), dan hyang anantaboga (rasi dunia semesta). Sama rumitnya. Yunani ada Zeus dengan halilintarnya, di Jawa halilintar di tangkap Ki Ageng Sela yang hidup zaman kerajaan Demak. Sakti mana? Kesamaan-nya, sebelum di huni manusia, dunia ditempati para dewa dan raksasa. Keunggulan mitologi Jawa dengan yang lain adalah adanya Etika.

Komentar

Postingan Populer