Mendengar?


Kebersamaan itu indah, pun dengan perbedaan. Dalam seni khusunya musik, bermain di band atau ansambel adalah merumuskan ego hingga terbentuk harmoni. Jauh sebelumnya, jagat raya diciptakan memiliki frekuensi tertentu yang selaras. Sayang, pendengaran manusia dibatasi pada 20-20K Hz. Sama halnya dengan mata. Tidak ada satupun manusia yang menyaksikannya. Banyak diantara kita yang mendengar, tapi tidak mendengarkan. Mendengar secara mendalam, bahkan mungkin mendengar tanpa kesengajaan. Seperti 'kucing' yang asik mendengar. Bukankah itu harmoni? Intonasi, dinamika, ego, timbre yang berbeda dalam dialog itu keniscayaan. Jadikan dalam satu frekuensi seni, saling melengkapi, tanpa tendensi. Mari mendengar.

Komentar

Postingan Populer