Keris


Memang terlambat, baru menonton, karena satu dan lain hal, Keris Siamang Tunggal sangat mantaf ditonton bersama keluarga. Terlebih dalam situasi merebaknya pirus-virus di udara. Siapkan teh kuental dengan wafer dobel coklat berawalan "A". Plotnya, menggabungkan beberapa cerita 'tradisional'. Seperti adanya "bawang merah - bawang putih", juga masuknya cerita "Malin Kundang", tepatnya Si Tanggang. Bumbunya terasa "lebar", bisa tiga cerita, dimana kerisnya? Diletakkan dibelakang pinggang. Weh.. Animasinya wuapik, bersaing dengan londo punya. Gagasan yang saya suka adalah, ketika tim "bajak laut" menembakkan gedebog pisang ke markas musuh, top. Dagelan keren. Dalam alur umum, ya pasti bom kan? 

Score filmnya buagus. Unsur ke"Melayu"annya itu lho, duh, diperkuat dengan Gambus menambah nuansa ketimuran. Tentu, ada sedikit perpaduan waltz, jazz dan ala-ala mas Hans Zimmer. Desain sound, orkestrasinya ah.. Lope Lope. Sempat terpikir, sudah sedemikian jauhkah Negara tetangga dalam hal score? Didengar ditelinga juga empuk. Padahal hanya menggunakan Desktop AIO yang tersambung speaker mini dengan bluetooth tanpa proses equalizer. Empuk sekali terdengar. Karena penasaran, sambil menikmati lagu akhir dengan suara penyanyi yang merdu, cengkoknya bak tikungan sirkuit, kiri, kanan, naik, turun, mata mengawasi credit title. Sempat terpikirkan, bagaimana jika dinyanyikan Siti Nurhaliza. Wue lha, Produksi rekamannya di Boston, juga Crezh. Gak terbayang, jika mendengar dengan spek alat yang lebih modern. Bum, Wow. Kebetulan, ndilalah, jadi ingat album Janapati, menurut telinga saya, bunyi orkestranya "mirip". Apakah direkam di tempat yang sama?, YNTKTS.

Komentar

Postingan Populer