Seni?
Galibnya seni itu indah, terasa indah dalam alunan cinta. Bagi sebagian orang tentu ragkaian kata itu menjadi obsolet. Gula menjadi pahit tanpa cinta. Lain halnya dengan penggemar kopi, pahit itu cinta. Ungkapan itu seni; tidak selalu dengan keindahan, bukan juga suatu keharusan. Dalam keindahan juga mengandung keburukan. Seni adalah aura, yang tak semua dapat menampakan-nya. Senantiasa terkait pada kedisinian dan kekinian. Aura tidak berhubungan dengan kasih, bak kasih tak sampai karena memang tak berhubungan. Bukankah memang seni itu kejutan?

Komentar
Posting Komentar