Catur



Sudah begitu lama tidak bermain game taktik yg biasanya dimainkan oleh dua orang, catur. Pilihannya jelas, hitam dan putih. Ada kalanya suka dgn putih, pula sebaliknya. Walau bukan pro, setidaknya pernah mendapatkan juara dua di sebuah lomba acara 17-an. Lawannya jgn ditanya, orang tua semua. Awalnya suka 'tdk terima' jika kalah, seiring waktu berjalan, kalah menang sdh biasa. Apalagi jika lawan mainnya keroyokan, bisa menang itu sesuatu. Penonton suka gatal dan latah memberi komentar.
Terlepas dari itu, pernah suatu kali bermain (lagi2 org tua) yg sedikit 'baku' dalam permainannya. Tipe 'penyerang', tetapi jika bisa bertahan sebentar dari serangannya, biasanya dia akan 'kalah' dgn sendirinya. Saat itu saya kewalahan, tajam sekali serangannya. Menariknya, lawan juga memberi pelajaran yg super. Dia menjelaskan, bahwa tadi menggunakan pembukaan sisilia (kalau tak salah ingat), dan jenis2 lainnya. Kalau cara ini, sebaiknya kamu lawan dgn menggunakan ini katanya. Maklum, sebelumnya Kanjeng bermain catur tidak menggunakan istilah2 tersebut. Sampai akhirnya membeli buku catur, dan memainkannya sendiri. Mulai Belajar belajar variasi yg aneh2.
Pion dlm permainan catur jgn dianggap remeh. Terlihat lemah, tetapi juga bisa menjadi berbahaya. Kolaborasi pion dan menteri adalah yg terbaik, sangat kuat. Ini harus diselesaikan, biasanya suka Kanjeng tukar dengan kuda. Bahkan ratu pun bisa 'dikorbankan' untuk mempertahankan 'raja'. Harus jeli&cermat dlm melihat situasi kondisinya. Langkah bisa berbeda, tapi jgn kebanyakan standar ganda.

Komentar

Postingan Populer